Berdasarkan pengamatan
Kantor Berita Politik RMOL melalui tayangan virtual akun YouTube Sekretariat Presiden, prosesi pengucapan sumpah jabatan ini menerapkan protokol kesehatan Covid-19.
Acara yang dimulai sekira pukul 10.00 ini dihadiri langsung oleh Kepala Negara, dengan mengenakan setelan jas abu-abu dan masker hitam. Sementara Syarifuddin tampak mengenakan baju kebesaran MA dan masker oranye.
Pengangkatan Syarifuddin sebagai Ketua MA berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) 41/P 2020, tentang Pemberhentian dengan Hormat Wakil Ketua MA Bidang Yudisial dan Pengangkatan Ketua MA tertanggal 21 April 2020.
Untuk prosesi pengucapan sumpah jabatannya, digunakan keyakinan Agama Islam, sebagaimana yang dianut oleh Syarifuddin. Saat membaca sumpah, pemuka agama Islam, nampak menengadahkan kitab suci Alquran di atas kepala Syarifudin.
"Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban saya sebagai Ketua Mahkamah Agung dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa," begitu Syarifuddin berujar, di Istana Negara Jakarta, Kamis (30/4).
Usai pengucapan sumpah jabatan, Jokowi dan Syarifuddin menandatangi berita acara pengucapan sumpah jabatan. Kemudian dilanjutkan dengan acara ucapan selamat dari tamu undangan yang hadir, seperti Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.
Sebagai informasi, Syarifuddin terpilih sebagai Ketua MA dalam Sidang Paripurna Khusus Pemilihan Ketua MA. Pemilihan ini dilakukan karena mengingat masa kerja Muhammad Hatta Ali telah memasuki masa pensiun, yakni pada 1 Mei 2020 mendatang.
Dalam Sidang Paripurna Khusus Pemilihan Ketua MA, Syarifuddin mendapatkan 32 suara dari 47 suara hakim agung. Sementara pesaingnya, Andi Samsan Nganro hanya meraih 14 suara. Satu suara dinyatakan abstain, yakni suara Hatta Ali.
BERITA TERKAIT: