"Saya mendukung debat tersebut, agar publik paham kemampuan stafsus milenial dalam memecahkan masalah," ujar pakar politik dan hukum Universitas Nasional Jakarta (Unas), Saiful Anam kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (19/4).
Jika Belva Devara tidak menanggapi undangan dari Bhima Yudhistira tersebut, maka publik akan memberi penilaian buruk pada kualitas bos Ruang Guru itu dan para Staf Khusus Milenial Jokowi yang lain.
Sementara jika tantangan diterima, maka publik bisa mendapat tontonan menarik dan berkualitas dari kalangan milenial.
“Publik akan sadar siapa sesungguhnya sosok stafsus millenial yg selama ini diberikan kepercayaan oleh istana," pungkas Saiful.
Bhima Yudhistira telah membuat surat terbuka undangan debat terbuka kepada Belva Devara pada Minggu (19/4) pagi ini. Debat yang ditantang oleh Bhima berkaitan dengan Kartu Prakerja, konflik kepentingan, oligarki milenial serta permasalahan bangsa lainnya di tengah Covid-19.