Salah satu civil society yang bergelut di bidang informasi dan data, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) membagikan cara mudah mengetahui informasi hoax.
Presidium Mafindo, Harry Sufehmi menjelaskan cara mudah mengetahui hoax melalui pendekatan keagamaan.
"Misalnya di Indonesia ini mayoritas muslim, di agama kita itu sudah ada yang namanya ilmu hadis. itu sebetulnya dibuat untuk melawan hoax. banyak orang mungkin belum tahu itu," ujar Harry Sufehmi dalam jumpa pers virtual di Gedung Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Sabtu (18/4).
Pendekatan ilmu hadis ini, dijelaskan Harry Sufehmi, dipakai pada zaman kebangkitan Islam untuk menangkal hadits-hadits palsu. Di mana, para ulama merangkum suatu ilmu untuk menetapkan kebenaran hadits yang beredar di masyarakat.
Ilmu inilah yang menurut Mafindo bisa dijadikan dasar, dan pegangan bagi masyarakat untuk menangkal hoax. Sebab, ada dua cara dasar yang diajarkan dalam ilmu hadis ini.
"Yaitu sanad dan matan. Sanad itu adalah sumbernya dari mana gitu. Kalau cuma forwad WhatsApp yang enggak jelas sumbernya sama sekali, ya kita anggap hoax saja," ucap Harry Sufehmi.
"Matan itu adalah konten, isinya ini ada yang aneh apa enggak gitu. Maka langsung kita cek (sumbernya). Atau seperti tadi, kita anggap hoax kecuali terbukti sebaliknya," sambung dia menambahkan.
BERITA TERKAIT: