Pantauan
Kantor Berita Politik RMOL, tes massal virus corona baru atau Covid-19 ini berlangsung sejak pukul 09.00.
Para tenaga medis yang bekerja di rumah sakit di Kota Bekasi dilakukan pengecekan. Satu per satu tenaga medis yang terdiri dari dokter, perawat, dan analis dilakukan pengecekan menggunakan rapid test.
Teknisnya, darah mereka diambil untuk mengetahui apakah positif Covid-19 atau tidak.
Sebelum melakukan tes, ratusan tenaga medis ini dikumpulkan di dalam stadion dan diberikan arahan oleh Walikota Bekasi, Rahmat Effendi alias Pepen yang turut didampingi oleh Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Wijonarko dan Dandi 0507/Bekasi, Kolonel Rama Pratama.
Rahmat Effendi atau yang akrab disapa Pepen mengatakan, hari ini para tenaga medis sengaja dikumpulkan untuk dilakukan
rapid test sebelum terjun ke lapangan melakukan
door to door di wilayah yang terdapat warga yang positif corona.
"Sekalian kita melakukan simulasi latihan hari ini, pagi ini sebelum siang nanti mereka ditugaskan ke tempat-tempat di mana ya tentunya objeknya adalah terduga ODP, PDP, dan tracking yang dari 15 yang dianggap di 8 kecamatan positif itu ada sekitar 770 orang," ujarnya kepada wartawan, Rabu (25/3).
Khusus hari ini, kata Pepen, sebanyak 365 petugas medis dilakukan pengecekan massal menggunakan
rapid test. Alat ini yang baru turun Selasa (24/3) kemarin dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebanyak 2.000 buah.
"Yang kita turunkan adalah analisis dia yang ngambil darahnya, dua pembantu tim kesehatannya, jadi satu tim 3 orang. Nih jumlah mereka 365, termasuk dengan petugas kecamatan jam 12 ini harus sudah selesai," jelasnya.
BERITA TERKAIT: