WNA Positif Corona Meninggal Di Bali, Demokrat Pertanyakan Komunikasi Pemerintah Pusat Dan Daerah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/faisal-aristama-1'>FAISAL ARISTAMA</a>
LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Kamis, 12 Maret 2020, 12:47 WIB
WNA Positif Corona Meninggal Di Bali, Demokrat Pertanyakan Komunikasi Pemerintah Pusat Dan Daerah
Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon/Net
rmol news logo Komunikasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dinilai buruk dan perlu dievaluasi dalam menyikapi wabah virus corona baru (Covid-19).

Hal ini berkaitan informasi dari Pemerintah Pusat soal warga Inggris yang positif Covid-19 meninggal dunia di RSUP Sanglah, Bali. Namun, Sekretaris Daerah (Sekda) Bali, Dewa Made Indra, dalam keterangannya mengaku tidak tahu ada satu pasien yang dirawat di RS tersebut positif corona.

Demikian disampaikan Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon, melalui akun Twitter pribadinya, Kamis (12/3).

"Melihat kejadian di Bali ini, menurut saya di tengah 'gagapnya' pemerintah menghadapi Corona, termasuk tidak sinkronnya Pusat-Daerah, padahal sama-sama pemerintah," kata Jansen Sitindaon.

Menurut dia, disamping harus memperbaiki komunikasi dengan Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat sedianya mengedepankan keselamatan warga negara Indonesia dari virus mematikan itu agar tidak mewabah di tanah air.

Salah satu langkah yang perlu dilakukan pemerintah adalah segera menutup akses masuk Warga Negara Asing (WNA).

"Lebih baik pintu masuk ke Indonesia tutup saja dulu. Fokus saja tangani corona yang sudah di dalam. Nanti kalau siap buka lagi," pungkasnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA