Hal ini diungkapkan Sekretaris Jenderal PKS, Mustafa Kamal, yang menyebutkan pertemuan dengan SBY merupakan bagian dari safari Silaturahim Kebangsaan yang telah beberapa kali digelar PKS.
PKS, ujar Mustafa Kamal, ingin bertukar pikiran mengenai kondisi bangsa saat ini kepada SBY, yang kini memegang nahkoda utama Partai Demokrat.
"Beliau Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus pernah memimpin negeri ini 10 tahun. Tentu PKS ingin bertukar pikiran tentang apa-apa yang terjadi saat ini berdasarkan pengalaman dan pandangan beliau sebagai politisi dan negarawan," ujar Mustafa Kamal di kantor DPP PKS, Jakarta, Kamis (12/3)
Mustafa menambahkan, kini PKS tengah memperjuangkan semangat kebangsaan dengan tetap menjalin komunikasi dan kerja sama tanpa harus kehilangan jati diri masing-masing sebagai bagian dari elemen bangsa.
"PKS punya jati diri dan posisi. Tapi itu tidak menjadi penghalang untuk merajut komunikasi dengan berbagai pihak. Kami ingin mencari titik temu untuk membangun kerja sama. Apalagi dengan Pak SBY kami pernah bekerja sama dalam Pemerintahan beliau dua periode," paparnya.
Menurut Mustafa Kamal, berbagai isu kebangsaan juga akan dibawa dalam perbincangan dengan SBY. Di antaranya Jiwasraya, Omnibus Law, Pilkada 2020, RUU Pemilu, dan sederet persoalan bangsa saat ini.
Sohibul Iman diketahui telah melakukan berbagai pertemuan lintas parpol dan ormas dalam bingkai Silaturahim Kebangsaan. Seperti dengan Partai Nasdem, Partai Berkarya, PP Muhammadiyah, Pengurus Pusat PGI, Pengurus Pusat Vox Populi, dan terakhir pertemuan dengan Partai Golkar.