
Presiden Joko Widodo menargetkan pada tahun 2024 sudah tidak ada lagi kemiskinan ekstrem di Indonesia. Sebagian kalangan menganggap target Jokowi seperti ngibul, alasannya kondisi ekonomi domestik dan internasional sedang dalam keadaan lesu.
Pengamat politik yang juga Direktur Arus Survei Indonesia, Ali Rif'an mengatakan, sah-sah saja Jokowi memiliki target memberantas kemiskinan ekstrem. Ia melihat pernyataan Jokowi merupakan upaya membangun optimisme publik di tengah kondisi ekonomi yang sedang kurang bergairah.
"Boleh saja Jokowi punya target itu, kalau saya melihat itu upaya membangun optimisme publik," kata Ali kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (7/3).
Meski demikian, Ali meminta Jokowi juga menindaklanjuti dengan berbagai langkah strategis untuk mencapai itu. Salah satunya menurut Ali adalah segera menyelesaikan Omnibus Law Rancangan Undang Undang Cipta Kerja.
"Bisa jadi Omnibus Law salah satu cara untuk menghapus kemiskinan ekstrem, kalau kita lihat substansi RUU Ciptaker kan salah satunya mempermudah perizinan. Dampaknya investasi dan muaranya terciptanya lapangan kerja, efeknya pendapatan per kapita masyarakat akan meningkat pula," kata Ali.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: