"Baiknya dijual, sewa saja sama Garuda. Toh duitnya balik lagi ke negara. ketimbang beli, duitnya lari ke Prancis via Airbus, atau ke AS ke Boeing," ucap peneliti senior dari Institut Riset Indonesia (INSIS), Dian Permata kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (1/3).
Hal itu dinilai lebih baik dibandingkan dengan membeli pesawat baru di tengah kondisi ekonomi nasional melemah.
"Jika membeli dalam kondisi ini, maka tidak memberikan sensitifitas kepada masyarakat. (pertumbuhan) Ekonomi 4.78 menunjukan bahwa ekonomi turun, harusnya itu dimulai dengan kebijakan populis," jelas Dian.
Kebijakan populis yang dimaksud Dian ialah ditujukkan kepada elite negeri seperti menurunkan gaji atau mengurangi kunjungan kerja.
"Kebijakan itu (seharusnya) diberlakukan hingga ekonomi kita naik seperti sedia kala," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: