Gelar yang diterima Ketua DPR RI ini diberikan dalam sidang terbuka senat akademik Universitas Diponegoro di Gedung Prof. Sudarto, Kampus Undip Semarang, Jawa Tengah, Jumat (14/2).
Dalam sambutannya, Puan Maharani menilai pesatnya kemajuan teknologi perlu mendapat perhatian. Meski kemajuan teknologi membawa manfaat, namun ada juga dampak negatif yang perlu diantisipasi.
"Dengan fenomena smartphone terhadap generasi mudah kita, apabila tidak diantisipasi akan menciptakan kondisi di mana generasi muda mengalami disorintasi dalam cara pandang terhadap kehidupann sebagai warga bangsa Indonesia," kata Puan Maharani.
Menurutnya, masuknya teknologi khususnya smartphone di kehidupan generasi muda harus dalam pengawasan. Pasalnya, smartphone dianggap dapat menjadi pembentuk karakter pemuda Indonesia yang miskin akan etika dan norma sosial.
"Generasi muda yang menjadi pribadi soliter, asik dengan dirinya sendiri, kompetensi sosial rendah, dan miskin dengan etika dan norma sosial," jelasnya.
Dengan minimnya etika dan norma pada anak muda, kata dia, akan berakibat pada karakter warga Indonesia menjadi kabur.
"Mereka akan tercerabut dari akar-akar budaya bangsa baik dalam hal etika maupun moral dalam komunitas bangsa, dan tenggelam dari gejolak pusaran distrupsi dan kemajuan teknologi, informasi dan komunikasi," urainya.
"Dalam jangka panjang, dampak negatif ini dapat menghasilkan gambaran tentang manusia Indonesia di masa depan menjadi sangat kabur," pungkas Ketua DPP PDIP ini.
BERITA TERKAIT: