Trump akhirnya menang dan pada 20 Januari 2017 pengusung slogan “Make America Great Again†itu resmi dilantik menjadi presiden.
Kini, Trump berulah. Pasukannya membunuh Komandan Pasukan Elite Quds Garda Revolusi Islam Iran, Qassem Soleimani di Baghdad, Irak. Akibatnya, ketegangan dunia meningkat dan berpotensi terjadi perang dunia ketiga.
Terlepas dari itu, politisi Demokrat Andi Arief mencoba mencari hikmah pelajaran yang bisa diambil dari Trump.
“Satu kata dan perbuatan, keras tidak sekedar di mulut dan kampanye,†tegasnya dalam akun Twitter pribadi, Selasa (7/1).
Atas alasan itu juga, Trump tidak lantas sesumbar usai membunuh targetnya. Dia santai dan cool seperti tidak terjadi apa-apa.
“Tidak merasa jagoan dan dingin saat membunuh,†tutupnya.
BERITA TERKAIT: