Pelajaran Dari Trump, Keras Tidak Sekadar Di Mulut Dan Kampanye

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Selasa, 07 Januari 2020, 13:15 WIB
Pelajaran Dari Trump, Keras Tidak Sekadar Di Mulut Dan Kampanye
Presiden AS, Donald Trump/Net
Kecil Besar
rmol news logo Kehadiran pengusaha Donald Trump dalam ajang Pilpres 2016 lalu cukup menyita perhatian publik. Trump bahkan diprediksi akan membawa kehancuran bagi dunia dan Amerika Serikat jika terpilih sebagai presiden.

Trump akhirnya menang dan pada 20 Januari 2017 pengusung slogan “Make America Great Again” itu resmi dilantik menjadi presiden.

Kini, Trump berulah. Pasukannya membunuh Komandan Pasukan Elite Quds Garda Revolusi Islam Iran, Qassem Soleimani di Baghdad, Irak. Akibatnya, ketegangan dunia meningkat dan berpotensi terjadi perang dunia ketiga.

Terlepas dari itu, politisi Demokrat Andi Arief mencoba mencari hikmah pelajaran yang bisa diambil dari Trump.  

“Satu kata dan perbuatan, keras tidak sekedar di mulut dan kampanye,” tegasnya dalam akun Twitter pribadi, Selasa (7/1).

Atas alasan itu juga, Trump tidak lantas sesumbar usai membunuh targetnya. Dia santai dan cool seperti tidak terjadi apa-apa.

“Tidak merasa jagoan dan dingin saat membunuh,” tutupnya. rmol news logo article

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA