Ali Munhanif: Kartel Politik Di Partai Islam Tidak Seperti Partai Besar

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-kiflan-wakik-1'>AHMAD KIFLAN WAKIK</a>
LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Kamis, 19 Desember 2019, 03:20 WIB
Ali Munhanif: Kartel Politik Di Partai Islam Tidak Seperti Partai Besar
Ilustrasi partai politik/Net
rmol news logo Kartelisasi partai politik memang sudah merambah pada partai berbasis Islam. Tetapi, kondisinya tidak terlalu dominan jika dibandingkan dengan partai politik konvensional.

Begitu dikatakan ujar Dekan FISIP UIN Jakarta, Ali Munhanif dalam diskusi akhir tahun FISIP UIN Syarif Hidyatullah Jakarta "Partai Politik Dan Kecenderungan Politik Oligarki", di Auditorium Bahtiar Effendy, FISIP UIN Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (18/12).

"Kartelisasi di kalangan partai Islam itu tidak begitu mengemuka dibandingkan partai lainnya yang sejak awal sudah leading misalnya Golkar dan PDIP," ujar Ali.

Ali menyebutkan, karteliasi di partai besar ibarat gula bagi semut. Partai politik adalah rumah bagi orang-orang yang punya modal san kekuasaan.

"Kartelisasi dan oligarki menjadi pilihan cerdas untuk survival partai dan pimpinannya, itu karena dia menjadi gula bagi semut, orang yang ingin mempertahankan kekuasaan finansialnya akan mendekat pada partai besar," jelasnya.

Sebagai contoh adalah Partai Golkar yang dikenal sebagai partai yang berisi pemodal dan pengusaha. Terutama, pemilik modal dan kekuasaan yang berhasil bertahan dari runtuhnya orde baru.

"Di Golkar banyak para oligark yang survive di orde baru mendekat ke Golkar dan terus menjadi tulang punggung untuk pembiayaan untuk nasional dan daerah," tukasnya.rmol news logo article 

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA