Begitu dikatakan ujar Dekan FISIP UIN Jakarta, Ali Munhanif dalam diskusi akhir tahun FISIP UIN Syarif Hidyatullah Jakarta "
Partai Politik Dan Kecenderungan Politik Oligarki", di Auditorium Bahtiar Effendy, FISIP UIN Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (18/12).
"Kartelisasi di kalangan partai Islam itu tidak begitu mengemuka dibandingkan partai lainnya yang sejak awal sudah leading misalnya Golkar dan PDIP," ujar Ali.
Ali menyebutkan, karteliasi di partai besar ibarat gula bagi semut. Partai politik adalah rumah bagi orang-orang yang punya modal san kekuasaan.
"Kartelisasi dan oligarki menjadi pilihan cerdas untuk survival partai dan pimpinannya, itu karena dia menjadi gula bagi semut, orang yang ingin mempertahankan kekuasaan finansialnya akan mendekat pada partai besar," jelasnya.
Sebagai contoh adalah Partai Golkar yang dikenal sebagai partai yang berisi pemodal dan pengusaha. Terutama, pemilik modal dan kekuasaan yang berhasil bertahan dari runtuhnya orde baru.
"Di Golkar banyak para oligark yang survive di orde baru mendekat ke Golkar dan terus menjadi tulang punggung untuk pembiayaan untuk nasional dan daerah," tukasnya.