Jokowi: Penindakan Anti Korupsi Harus Konkret Dan Bisa Diukur

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Selasa, 10 Desember 2019, 08:41 WIB
Jokowi: Penindakan Anti Korupsi Harus Konkret Dan Bisa Diukur
Presiden Joko Widodo/Net
rmol news logo Penindakan dalam gerakan anti korupsi memang diperlukan. Tapi lebih dari itu, pembangunan sistem menjadi penting dalam rangka memberikan pagar-pagar agar penyelewengan korupsi itu tidak terjadi.

Begitu tegas Presiden Joko Widodo usai memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia di SMK Negeri 57, Pasar Minggu, Jakarta, Senin (9/12).

Selanjutnya, Jokowi menyoroti proses rekrutmen politik yang membutuhkan biaya besar, sehingga aktor politik tersebut akan berpikir untuk mengembalikan biaya besar itu saat jadi pemimpin.

“Itu akan berbahaya sekali,” ujarnya.

Sementara poin ketiga yang harus dilakukan gerakan anti korupsi adalah fokus pada tujuan. Jangan sampai, kata Jokowi, semuanya dikerjakan tapi tidak ada yang menyelesaikan masalah.

“Evaluasi-evaluasi seperti inilah yang harus kita mulai koreksi, mulai evaluasi sehingga betul-betul setiap tindakan itu ada hasilnya yang konkret, bisa diukur,” terang Presiden seperti dikutip laman Setkab. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA