Wakil Ketua Umum PAN Totok Daryanto menyebutkan, setelah dukungan itu diterima Zulhas. Kemudian, muncul pandangan bahwa ketum cukup satu periode.
"Muncul gagap pikir sebagian kader partai dengan mengatakan ketum hanya boleh menjabat satu periode," ujar Totok kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (29/11).
"Bahkan ada yang mengatakan apabila Zulkifli Hasan bersedia maju lagi dalam kongres tahun depan maka hal itu dianggap menjilat ludah sendiri," imbuhnya.
Totok mengatakan, Zulhas memutuskan maju karena dukungan pemilik suara di Kongres. Akan menjadi bahaya jika dukungan itu justru ditolak.
"Jika Zulhas memilih berpijak pada kepentingan pribadi, maka akan banyak kader yang menganggap Zulhas pemimpin yang kerdil," katanya.
Wakil Sekjen PAN Ahmad Yohan sebelumnya mengingatkan bahwa jabatan ketum PAN adalah satu periode. Hal ini sudah menjadi tradisi di partai berlogo matahari itu.
"Belum ada (sejarahnya) dua periode, ketua umum satu periode saja," ujar Yohan kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Kamis kemarin (28/11).
Dikatakan Yohan, penekanan ketum cukup satu periode juga disuarakan oleh Zulhas saat maju di Kongres PAN 2015.
Saat itu, Zulhas menantang Hatta Rajasa yang juga berstatus petahana dalam bursa calon ketum.
"Dulu Pak Zul waktu maju kan juga bilang Pak Hatta sebaiknya satu periode saja menjaga tradisi ketua umum satu periode," jelasnya.
"Kenapa sekarang jadi dua periode?" tanya Sekretaris Fraksi PAN DPR itu menambahkan.
BERITA TERKAIT: