Demikian disampaikan pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio di sela-sela diskusi publik dengan tema "Golkar Memperkuat Sistem Politik Indonesia" yang diselenggarakan Jenggala Center, Jakarta Selatan, Rabu (13/11).
"Artinya, Partai Golkar bukan hanya ditiru tapi juga dijadikan acuan kedewasaan berpolitik saat semua kadernya berpeluang sebagai ketum Golkar," kata Hensat sapaan akrabnya.
Oleh karena itu, Hensat yang juga founder dari lembaga survei Kedai Kopi ini menambahkan demokrasi di Golkar jangan bertransformasi menjadi vetokrasi dan harus bisa menjaga komitmen yang sudah ada.
"Nah, karena garis Golkar adalah garis kekuasaan maka sangat mungkin pemilik suara Golkar akan ikut arahan Presiden Jokowi saat memuji Airlangga sebagai ketum Golkar yang top," pungkasnya.
Jokowi memberikan pesan politik saat pidato di puncak perayaan HUT Golkar ke-55, di Jakarta, Kamis (7/11). Kepala Negara merestui petahana Airlangga Hartarto untuk kembali dipilih sebagai ketum Munas Golkar 4-6 Desember 2019.
BERITA TERKAIT: