Lakon yang akan dimainkan Ki Warseno Slank adalah Wisanggeni Gugat. Lakon ini sengaja diangkat karena sesuai dengan apa yang akan dilakukan PKS.
Koordinator Seni Tradisi DPP PKS, Didik Akhmadi menguraikan bahwa Wisanggeni merupakan tokoh yang istimewa. Putra dari Arjuna ini dikenal sebagai sosok yang tegas dalam bersikap dan berani melawan kezaliman.
Sifat-sifat Wisanggeni itu, sambung Didik akan diresapi oleh para kader PKS untuk berjuang sebagai oposisi.
Cerita ini mengambil latar saat lima Pandawa kalah bermain dadu dengan para kurawa. Para pandawa kemudian menyerahkan begitu saja kerajaan Kerajaan Astina kepada pemimpin kurawa, Duryodana sebagai piala kemenangan.
“Barisan anak-anak muda ini, ada Wisanggeni, Antasena merebut kembali. Mereka mengugat penyerahan kerajaan Astina. Semangat ini yang sebagai oposisi berusaha PKS resapi, bahwa kita harus cerdas, kuat untuk bisa melawan segala hal yang menyulitkan rakyat," urainya dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (25/10).
Didik menerangkan, selain Ki Warseno Slank, juga akan hadir seniman ludruk, Kirun yang akan menghangatkan suasana.
Kegiatan ini merupakan kali ketiga PKS menggelar pagelaran wayang kulit di kantor DPP. Menurut Didik, ngaji budaya dengan pagelaran wayang kulit merupakan wujud kecintaan PKS terhadap kebudayaan Indonesia.
"Kita tidak bisa melepaskan diri dari budaya. Hal ini tentu yang kita perhatikan tidak hanya aspek politik saja, namun juga seluruhnya. Serta penjagaan terhadap budaya bangsa sendiri adalah wujud dari kecintaan terhadap bangsa," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: