Hal ini diungkapkan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian (Lemkapi) Edi Hasibuan. Menurut Edi, Tito dipanggil karena dia sebagai penjaga keamanan dalam negeri.
"Kita sih melihat itu sebagai panggilan biasa Presiden terhadap Kapolri,†kata Edi kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Senin (21/10).
Edi menambahkan, masyarakat dan Polri khususnya masih sangat butuh sosok Tito Karnavian untuk memimpin Korps Bhayangkara.
Pasalnya, masa dinas alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1987 itu masih sampai tahun 2022 yang akan datang.
"Kita harapkan Kapolri tetap fokus menyelesaikan tugasnya sebagai Kapolri," harapnya.
"Jika Presiden Jokowi memang menginginkan tenaga dan strategi Tito untuk membantunya di dalam Kabinet Kerja jilid II, tentu hal tersebut merupakan hak prerogatif Presiden," pungkasnya.
Seperti diketahui, Kapolri Jenderal Tito Karnavian datang ke Istana Negara. Tito datang sekitar pukul 12.10 WIB dengan didampingi oleh Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal dan dua ajudannya.
Berbeda dengan tokoh-tokoh yang dipanggil Jokowi ke Istana Negara, seperti Mahfud MD, Christiany Eugenia Paruntu, Nadiem Makarim, Wishnutama, Erick Thohir, Airlangga Hartarto dan Fadjroel Rahman yang hadir mengenakan kemeja putih celana hitam. Tito datang mengenakan pakaian dinas lapangan (PDL).
“Saya kira ini mengenai situasi Kamtibmas. Kemarin pelantikan, pengamanan pelantikan. Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar, dengan baik, kerja sama TNI Polri sangat luar biasa, dan stakeholder lainnya," kata Tito di Istana Negara.
BERITA TERKAIT: