Persoalan KPK Dan Papua Turut Dibahas Dalam Pertemuan Suluh Kebangsaan Dan JK

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-alfian-1'>AHMAD ALFIAN</a>
LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Jumat, 18 Oktober 2019, 23:59 WIB
Persoalan KPK Dan Papua Turut Dibahas Dalam Pertemuan Suluh Kebangsaan Dan JK
Sejumlah tokoh gerakan suluh kebangsaan saat menyambangi kediaman Jusuf Kalla/RMOL
rmol news logo Jelang berakhirnya masa bakti Jusuf Kalla (JK) sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia, para tokoh yang tergabung dalam Gerakan Suluh Kebangsaan mendatangi rumah dinas JK di kawasan Menteng, Jumat (18/10).

Para tokoh yang hadir dalam pertemuan tertutup tersebut di antaranya Mahfud MD, Alwi Shihab, Gus Solah, Alissa Wahid serta beberapa tokoh lainnya. Mereka datang untuk bersilaturahmi sekaligus mengucapkan salam perpisahan.

"Tadi bercengkerama banyak. Ada soal Papua dan KPK, kami diskusikan juga secara terbuka. Kita bisa saling mengerti apa sudut pandang pemerintah dan kami. Kami pertemukan di situ," ujar Mahfud MD di lokasi.

Menurut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini, masalah Papua dan KPK seluruhnya memiliki jalan perbaikan menurut konstitusi.

"Kita harus ikuti jalan-jalan yang sudah ditentukan itu. Apakah itu soal Papua yang sering dikaitkan dengan separatisme atau soal KPK yang sering dikaitkan dengan penguatan atau pelemahan dan sebagainya," jelas Mahfud.

Baginya, di negara demokrasi seperti Indonesia, perbedaan pandangan adalah hal biasa, termasuk dalam dua persoalan tersebut yang belakangan dinamikanya paling menonjol.

Untuk itu, Mahfud bersama para tokoh lainnya meminta JK untuk ikut  terlibat menyelesaikan masalah Papua.

"Karena beliau punya pengalaman dan beliau mengatakan mungkin diminta sebagai utusan khusus perdamaian dalam dan luar negeri. Jadi sejalan dengan usul kami," tegas Mahfud.

Kendati banyak yang dibicarakan, Mahfud membantah kalau pertemuan tadi membahas soal kabinet kerja jilid II di pemerintahan Jokowi-Maruf.

"Enggak ada urusan (kabinet) dengan kami. Itu urusan Istana dan di sini enggak ada yang masuk dalam kabinet. Yang ada yang mau keluar," demikian Mahfud. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA