Hal itu disampaikan oleh Ketua Senat Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) 97/98, Rama Pratama saat berbincang dengan
Kantor Berita Politik RMOL di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (28/9).
Rama menganggap banyaknya tulisan yang nyeleneh di poster merupakan kritikan yang tajam melalui cara yang lebih halus. Tanpa berteriak kasar di jalanan.
"Justru saya lihat dari sisi konten posternya ini entertaining sekali, karena banyak yang kreatif. Banyak isu yang bisa dimunculkan dari satu topik, misalnya RUU KUHP. Mereka bisa menampilkan sisi-sisi lain dari topik tersebut, dengan gaya yang entertaining. Jadi menurut saya tidak masalah, ini harus diapresiasi," kata Rama Pratama.
Walaupun mengapresiasi, Rama tetap berharap agar mahasiswa tidak terjebak hanya fokus menyiapkan tulisan-tulisan maupun poster agar viral di media sosial. Melainkan harus tetap kepada tujuan utama aksi mereka, yakni agar negara semakin baik.
"Jangan terjebak asiknya poster yang mereka bikin, tetapi mereka juga harus segera melakukan konsolidasi, baik isu maupun gerakan. Karena faktanya masyarakat masih banyak yang memandang baik demo maupun kontennya, itu pesan saya," tegasnya.
"Lalu dari sub kontennya juga ternyata belum fokus, banyak topik yang sporadis dan ini perlu dikonsolidasi sehingga ada satu isu yang kemudian bisa dipahami. Itu membuat masyarakat bisa dilibatkan, sehingga masyarakat luas bisa memahami isu maupun konten yang dibawa," pungkasnya.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: