“Pertemuan Gondangdia dan Teuku Umar, memberi pelajaran kepada pemilih Indonesia bahwa politik itu tidak hitam putih. Bahwa politik ini tidak menentukan surga dan neraka, tidak perlu ada fanatisme berlebihan,†jelas Ray kepada
Kantor Berita RMOL, Rabu (24/7).
Apabila ada pendukung yang kecewa dengan pertemuan itu, tambah Ray, tidak akan terjadi apabila mereka memahami bahwa bersebarangan sikap politik adalah hal yang biasa.
“Sekali waktu bersebarangan bisa juga secepat itu terlihat sangat mesra. Bagaimana pada akhirnya politisi kita membangun bangsa, ini yang harus rakyat pahami,†tandas Ray.
Sekadar diketahui, Megawati tampak senyum semringah menyambut hangat kedatangan Prabowo Subianto di kediamannya. Bahkan, menu nasi goreng khusus buatan Megawati dihidangkan untuk Ketum Gerindra dan rombongannya.
Di tempat lain, Surya Paloh-Anies Baswedan yang juga bersebarangan saat Pilpres 2019 lalu malah mengumbar kemesraan dengan mengatakan pertemuan mereka adalah antara kakak dan adik.
BERITA TERKAIT: