Alasan Ketua Golkar DKI Dukung Bamsoet Karena Diundang Dibantah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 30 Juni 2019, 18:53 WIB
Alasan Ketua Golkar DKI Dukung Bamsoet Karena Diundang Dibantah
Bamsoet saat terima dukungan/Net
RMOL Dukungan dari DPD II Partai Golkar DKI Jakarta kepada Bambang Soesatyo (Bamsoet) untuk maju sebagai calon ketua umum di Munas Golkar 2019 mulai berguguran. Empat dari enam ketua DPD II Golkar DKI yang menyatakan dukungan secara tiba-tiba meralat.

Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Jakarta Pusat, Basri Baco menjelaskan bahwa pertemuan dengan Bamsoet digelar tanpa persetujuan dan izin dari ketum Golkar dan Plt Ketua Golkar DKI. Selain itu, dukungan kepada ketua DPR  itu juga belum diambil berdasar koordinasi dengan pimpinan partai.

Hal itu lantaran kehadiran mereka saat deklarasi terjadi atas undangan pribadi dari Bamsoet.

"Perlu kamu sampaikan pertemuan tersebut berdasarkan hasil kesepakatan dari enam ketua wilayah berdasarkan undangan silaturahmi dari pihak Pak Bamsoet," katanya jumpa pers di Kantor DPD Golkar, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (29/6).

Namun pernyataan Basri itu segera dibantah oleh kader Golkar, Devi Andita yang ikut dalam silaturahmi ketua DPD II DKI dengan Bamsoet. Menurut mantan wasekjen Golkar itu, mereka hadir memberikan dukungan bukan karena diundang.

"Tapi, mereka datang karena kesadaran inisiasi mereka sendiri. Murni kesepakatan aspirasi dan atas kesadaran mereka sendiri," ungkap Devi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (30/6).

Atas alasan itu, Devi mempertanyakan alasan para ketua DPD II DKI mencabut kembali dukungan tersebut. Dia bahkan menduga ada pemicu di balik sikap tersebut.

"Pagi mendukung, eh malamnya dicabut lagi. Ada apa ini?" tanyanya.

Menurutnya, tidak mungkin pimpinan partai di daerah mencabut dukungan secara tiba-tiba jika tidak ada tekanan dari atasan. Jika hal ini benar terjadi, maka Devi mengaku prihatin.

"Belum pemilihan, para kader baru memberikan dukungan saja sudah ditekan-tekan. Ini tanda kepemimpinan di partai saat ini tak suka riak demokrasi di internal partai," sesalnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA