Tokoh tersebut adalah Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Moeldoko yang disebut saksi Hairul Anas Suaidi memberikan materi kepada saksi paslon 01 Jokowi-Maruf bahwa kecurangan adalah bagian dari demokrasi.
Satu tokoh lainnya adalah Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Kata Hairul, Ganjar berpendapat sebaiknya aparatur negara tidak perlu netral dalam memenangkan petahana Joko Widodo.
Terkait hal tersebut, Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Renanda Bachtar meminta Moeldoko dan Ganjar agar memberi penjelasan secara rinci.
"Moeldoko dan Ganjar harus bisa menjelaskan benar tidaknya pernyataan saksi tersebut," ujar Renanda kepada
Kantor Berita RMOL, Jumat (21/6).
Pasalnya, kata Renanda, jika saja betul apa yang dikatakan saksi Hairul, hal itu membuktikan bahwa tuduhan kecurangan yang disampaikan BPN Prabowo-Sandi benar adanya.
"Jika benar apa yang disampaikan saksi BPN kemarin, maka sesungguhnya dugaan kecurangan yang selalu diteriakan pihak paslon 02 bukanlah sesuatu yang tidak berdasar," pungkasnya.