Sudah 365 Petugas Pemilu Gugur, Andi Arief: Pemilu Brutal Filipina Tidak Sebanyak Ini, Harus Diselidiki

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Minggu, 28 April 2019, 14:43 WIB
Sudah 365 Petugas Pemilu Gugur, Andi Arief: Pemilu Brutal Filipina Tidak Sebanyak Ini, Harus Diselidiki
Andi Arief/Net
rmol news logo Jumlah petugas pemilu dari jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terus berjatuhan.

Hingga kemarin (26/4), sudah 326 petugas pemilu yang meninggal dunia. Rinciannya 253 korban berasal dari KPU, 55 dari unsur Bawaslu, dan 18 personel Polri.

Dari jajaran KPU, paling banyak terdapat di Jawa Timur dengan 62 orang, Jawa Barat (61), dan Jawa Tengah (31). Diperkirakan, sebagian besar di antara ratusan orang itu berusia di atas 40 tahun.

Politisi muda Partai Demokrat, Andi Arief menanggapi prihatin daftar panjang kematian pahlawan demokrasi ini.

"Hampir 300 petugas TPS dan beberapa polisi wafat dalam pemilu. ini tidak lazim, seharusnya diotopsi, diselidiki kematian massal ini," kata Andi Arief di Jakarta, Minggu (28/4).

Andi membandingkan dengan Pemilu Filipina, yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, tidak memakan korban sebanyak ini.

"Harus ada hipotesa yang tumbuh jangan-jangan ada sesuatu. Pemilu brutal Filipina saja tak sebanyak ini," imbuhnya.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA