Setara Institute: Produk Quick Count Harus Dibela

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Kamis, 18 April 2019, 16:57 WIB
Setara Institute: Produk <i>Quick Count</i> Harus Dibela
Hendardi/Net
rmol news logo Setara Institute menilai hasil hitung cepat (quick count) yang dirilis dari beberapa lembaga survei bisa dijadikan acuan untuk menyimpulkan keunggulan pasangan Jokowi-Maruf. Oleh karena itu, produk QC harus dibela.

"Tapi ingat, bukan membela lembaga survei atau pasangan 01, tetapi membela suara rakyat yang sudah dihitung secara cepat," ujar Ketua Setara Institute, Hendardi, Kamis (18/4).

Namun demikian, untuk menghindari potensi ketegangan baru antarpendukung, ia mengimbau semua pihak tidak melakukan klaim-klaim dan perayaan berlebihan.

"Tetap menunggu proses penghitungan manual yang dilakukan oleh KPU," imbuhnya.

Menurut dia, sikap yang dipertontonkan Jokowi maupun Prabowo sebagai suatu sikap normatif dalam merespon hasil pemilihan. Hanya tidak sampai membakar emosi pendukung.

Terkaita fakta sejumlah ketidakteraturan penyelenggaraan Pemilu dan klaim kecurangan yang diajukan kubu 02, ia menyarankan sebaiknya diselesaikan dalam kerangka demokratik.

"Kita punya Mahkamah Konstitusi sebagai mekanisme penyelesaian sengketa. Maka ke sanalah semua komplain diajukan," katanya.

Sebaliknya, lanjut dia, ide menggerakkan warga untuk melakukan perlawanan atas produk demokrasi harus  ditolak.

"Apalagi gagasan people power. Publik menyimak bahwa seluruh komplain atas penyelenggaraan Pemilu telah dan terus direspons dan disikapi oleh KPU, Bawaslu, dan DKPP. Karena itu tidak ada argumen legal dan konstitusional untuk mendelegitimasi kinerja para penyelenggaraan Pemilu," demikian Hendardi. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA