"Kita perlu bertanggung jawab pada rakyat, jangan beli kucing dalam karung, jadi Insya Allah kami mnerima mandat dari rakyat, ini orang-orang yang akan membantu," kata Prabowo saat pidato kebangsaan di Dyandra Convention Center, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/4).
Setidaknya, ada lima tantangan besar yang perlu dibereskan Prabowo-Sandi di pemerintahannya kelak. Pertama, kata Prabowo, adalah persoalan kekayaan negara yang mengalir ke luar negeri.
"Pemerintah yang akan datang harus bisa menghentikan larinya kekayaan ke luar," jelas Prabowo.
Ia pun memaparkan data dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebut penerimaan negara sebanyak 4.000 triliun. Namun Prabowo menyebut jika penerimaan itu bocor dan hanya masuk 2000 triliun.
"Bocor lagi 40 persen, berarti yang sampai ke rakyat 2/3," imbuhnya.
Kemudian, tantangan kedua yang perlu dibereskan adalah soal ketimpangan. Prabowo menyebut, hanya segelintir orang yang menikmati kekayaan Indonesia.
"Ini kondiri bangsa yang sangat tidak adil dan inilah yang harus kita atasi," jelasnya.
Yang tak kalah penting, kata Prabowo, adalah tantangan cuaca. Dewasa ini, Ketum Gerindra ini menyebut jika pemerintah saat ini abai dengan persoalan cuaca.
"Ini tantangan sangat mendesak tapi elite di Jakarta tak berpikir ke situ. Kalau kita lihat di peta, diperkirakan kalau permukaaan laut naik 5 meter, Surabaya tenggelam, Jakarta tenggelam, pantai utara Jawa tenggelam, pantai timur Sumnatera banyak yang tenggelam. Merauke tenggelam," tegasnya.
"Ini harus kita siap-siap sekarang, tidak mungkin pemerintah yang terlalu banyak kebocoran bisa mengatasi ini. Ini bukan
hoax ini tantangan yang harus kita hadapi," tambah Prabowo.
Kemudian, masalah yang tak kalah penting adalah soal krisis pangan dan sumber air bersih.
"Bahkan Ibu Kota kita tidak punya air bersih. Kalau kita tidak menangani segera, kita dihadapi tambahan penduduk, ledakan penduduk, 3,8 juta pertahun. Ahli mengatakan, 5 juta bayi baru lagir tiap tahun. Kalau tidak ditangani, terjadi ketimpangan ekonomi, huru-hara di mana-mana dan negara gagal," tandasnya.
Yang terakhir disoroti Prabowo adalah soal swasembada pangan, air, dan energi yang diharapkan bisa mencukupi kebutuhan pangan masyarakat. "Kita akan penuhi kebutuhan bahan bakar kita sendiri dan akan kita cukupi sendiri," tandasnya.
BERITA TERKAIT: