Survei tersebut juga menyebut 13 persen pemilih belum menentukan pilihannya pada Pilpres 2019. PPPP menjelaskan, survey tersebut dilakukan pada 22 Maret hingga 4 April 2019.
Direktur Operasi PPPP, Jokovic Martinez menjelaskan, survei ini dilakukan terhadap 3.032 responden warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih di 2019. Responden diambil dari 800.091 TPS di 499 kabupaten/kota di 34 provinsi.
Metode survei dilakukan dengan wawancara melalui sambungan telepon yang dilakukan oleh staf profesional peneliti survei terlatih (agen langsung) dari pusat panggilan telepon Precision Public Policy Polling di Jakarta. Margin of error +/- 1,78% pada tingkat kepercayaan 95%.
Kantor Berita Politik RMOL kemudian mencoba menelusuri eksistensi PPPP lewat mesin pencari Google, hasilnya nihil untuk lembaga survei PPPP, tidak ada alamat kantor atau alamat situs di internet. Yang ada hanya PPP, hanya mirip.
PPP adalah Public Policy Polling asal Raleigh, North Carolina Amerika Serikat yang didirikan pada 2001 oleh seorang pengusaha Amrik bernama Dean Debnam Kini yang bersangkutan adalah chief executive officer dari lembaga survei itu.
Sedangkan saat dicari nama Jokovic Martinez tidak ditemukan sosok Direktur Operasi PPPP itu. Bahkan, dicari via media sosial Facebook juga tidak dapat menemukan sosok Jokovic tersebut.
BERITA TERKAIT: