Diluruskan, Pesawat Prabowo Batal Terbang Bukan Gara-Gara Sukhoi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/idham-anhari-1'>IDHAM ANHARI</a>
LAPORAN: IDHAM ANHARI
  • Kamis, 04 April 2019, 00:14 WIB
Diluruskan, Pesawat Prabowo Batal Terbang Bukan Gara-Gara Sukhoi
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara Marsma TNI Novyan Samyoga/Net
rmol news logo Pernyataan mantan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen (purn) JS Prabowo tentang pembatalan terbang pesawat calon Presiden Prabowo Subianto di Halim Perdanakusuma pada Senin (1/4) gara-gara diganggu jet tempur tidak tepat.

Baca: Pesawat Yang Ditumpangi Prabowo Dihalangi Jet Tempur, Atas Perintah Siapa?

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara Marsma TNI Novyan Samyoga meluruskan kronologi yang sebenarnya dialami oleh pesawat Prabowo.

Menurutnya, apa yang disampaikan JS Prabowo tentang pesawat calon presiden nomor urut 02 yang batal terbang dari Halim terjadi di dua hari yang berbeda.

“Apa yang disampaikan Pak JS Prabowo kurang tepat. Karena yang beliau sampaikan terjadi pada dua hari yang berbeda, dan dua-duanya sama sekali tidak melibatkan Sukhoi,” kata Samyoga dalam keterangannya yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Rabu malam (3/4).

Insiden pertama terjadi pada Senin (1/4). Tepatnya, saat Prabowo Subianto hendak terbang ke Banyumas, Jawa Tengah.

Saat itu, pesawat CN235 sudah berada di posisi take off. Lalu setelah itu, pesawat 9HNYC yang ditumpangi oleh Prabowo juga berada dalam posisi take off.

“Saat pesawat 9HNYC diberikan release take off juga, kondisinya belum aman, karena pesawat CN235 belum menuju cross wind (belum belok), sehingga pesawat 9HNYC abort take off, untuk safety,” jelas Samyoga.

Pembatalan lepas landas diputuskan oleh senior ATC. Sedang saat pemberian perintah take off kepada 9HNYC dan CN235 kendali pengaturan dipegang oleh seorang yang masih junior.

“Jadi abort-nya 9HNYC karena masalah safety dan tidak ada hubungan sama sekali dengan Sukhoi,” tegas Samyoga.

Kejadian berikutnya terjadi pada Selasa (2/4), yakni saat Prabowo hendak pergi Padang, Sumatera Barat.

Diuraikan Samyoga bahwa pada pukul 10.10, dua unit pesawat Sukhoi telah berstatus landing. Pada pukul 10.13 pesawat yang ditumpangi Prabowo, 9HNYC, masih dalam status start engine atau menyalakan mesin.

Baru pada pukul 10.17 pesawat itu request taxi. Sementara di waktu yang sama pesawat komersil, Wings Air (Won 1721) dalam posisi approach.

“Pada 10.18, 9HNYC holding di taxyway C, menunggu Won 1721 landing. 10.20, Won 1721 landing. 10.21, 9HNYC menuju posisi line up,” jelasnya.

Kemudian pada pukul 10.23, 9HNYC take off ke Padang. Adapun tiga pesawat Sukhoi mendarat sesudahnya, yaitu tepat pukul 10.30.

“Artinya, pesawat 9HNYC tidak ada hubungan sama sekali dengan penerbangan Sukhoi. Pesawat 9HNYC menunggu keberangkatan (take off) karena ada pesawat Wings Air sedang akan mendarat, bukan Sukhoi,” jelas Samyoga. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA