"Kami juga melawan segala bentuk
hoax yang merusak sendi-sendi kerukunan antar umat beragama," kata Ketua Umum FKJ, Sumardi seperti dikutip dari siaran persnya, Senin (1/4).
FKJ menilai menjelang Pemilu 2019, muncul kelompok intoleransi yang cenderung memandang kelompok berbeda adalah lawan atau musuh. Kondisi ini, menurut Sumardi, juga diperparah dengan massifnya penyebaran
hoax yang berpotensi memicu konflik SARA di masyarakat.
Oleh sebab itu, lanjut Sumardi, FKJ menginisiasi sebuah gerakan yang mengajak seluruh generasi milenial lintas agama di Jawa Timur untuk melawan segala bentuk
hoax, menjaga toleransi dan kerukunan umat beragama, serta memanfaatkan hak pilihnya untuk mendukung paslon 01.
"Kami berharap para pemuda di seluruh Jawa Timur dapat secara progresif menyuarakan dan mengimplementasikan hasil deklarasi," imbuhnya.
Menurut dia, selama pemerintahan Jokowi, nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika benar-benar diimplementasikan dalam berbagai aspek. Salah satu contohnya dengan tegas membubarkan salah satu organisasi masyarakat Hizbur Tahrir Indonesia (HTI).
Kebijakan tersebut dinilainya sebagai langkah konkret dan konstitusional untuk menyelamatkan Indonesia dari ancaman konflik horisontal yang mengancam kedaulatan NKRI.
Baru-baru ini FKJ menggelar deklarasi pendukung Jokowi-Maruf di Gedung Wanita, Surabaya. Acara dihadiri sekitar 550 orang yang terdiri dari berbagai Organisasi Kepemudaan (OKP) seluruh Jatim, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.
BERITA TERKAIT: