Berbagai harapan terus mengalir untuk perbaikan beragam sektor kehidupan, salah satunya terkait dengan hubungan luar negeri.
Menurut Head of International Relations Program Universitas Paramadina Tato Djoko Sudiarto, baik yang terpilih pasangan Joko Widodo-Maruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, pemimpin Indonesia yang baru harus tetap mengembangkan potensi rakyat.
"Harapannya dua orang itu bertarung pada ide yang cerdas, yang solutif. Ide cerdas, ide solutif, ide membangun, ide tentang bagaimana mengembangkan potensi rakyat. Kemudian yang terakhir bagaimana posisi Indonesia tadi," ujarnya Tato dalam Evaluasi Kinerja Diplomasi Pemerintahan Presiden Jokowi di Paramadina Graduate School, Jakarta, Jumat (29/3).
Tato mengatakan, diplomasi yang dipimpin seorang presiden diharapkan tidak meninggalkan pembelaan rakyatnya sendiri. Terlebih populasi Indonesia didominasi anak muda sehingga harus dikembangkan.
"Yang jelas tidak meninggalkan kearifan lokal, tidak meninggalkan pembelaan terhadap rakyat, tidak boleh meninggalkan paradigma bahwa kita terus berkembang. Dan isi dari populasi kita banyak anak mudanya, kerjakan seperti apa mau diarahkan agar posisi kita nantinya dengan bonus demografi kita ambil," paparnya.
Tato juga menilai, sejauh ini politik luar negeri Indonesia sudah berjalan baik. Dan telah berjalan sesuai UUD. Namun harus juga ditekankan bahwa Indonesia tetao melawan penjajahan di atas bumi.
"Selama ini posisi politik luar negeri RI sudah manis. Jadi artinya Indonesia menempatkan dirinya sesuai dengan amanah UUD bahwa kita bebas aktif. Kita tetap membela kepada keterlibatan dunia dan perdamaian dunia, kita tidak pernah membela sama sekali penjajahan di atas bumi ini," jelasnya.
"Tapi dinamika dinamika lain seperti halnya regionalism sekarang terjadi terus kemudian pelemahan pelemahan organisasi-organisasi internasional karena tidak bisa menampung harapan harapan dengan banyak negara mau diapain? mau diperkuat mau ditinggalin mau diapain," lanjut Tato.
Dia menambahkan, posisi Indonesia juga harus melawan posisi-posisi negara yang membela pendudukan Israel atas Tanah Palestina.
"Itu harus dilawan. Bahwa Amerika Serikat memberikan Dataran Tinggi Golan kepada Israel harus kita tetap lawan. Makanya penjajahan manusia kita harus suarakan, kayak Rohingya kita terus suarakan semua," tandas Tato.