Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono menilai, golput lebih disebabkan ketidaksukaan pada figur calon.
Khususnya dalam Pilpres 2019 mendatang, kata AHY, wacana golput semakin kencang karena hanya menyajikan dua pasang calon.
"Ketika ada orang golput dan tidak mau menentukan pilihannya, bukan karena dia tidak suka politik, etapi karena
I don't like him, or him," ujar AHY di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (27/3).
Apalagi, lanjutnya, masyarakat yang sebelumnya terbiasa aktif dalam politik dan menggunakan hak suaranya, kini terjebak pada pengubuan pendukung pasangan calon.
"Selama ini datang ke TPS, sebelum-sebelumnya TPS. Tapi kali ini saya bingung, yang ada di sana dianggap kampret, yang di sana dianggap cebong," jelasnya.
Menghadirkan dua pasangan dalam Pilpres, dikatakan putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono ini, adalah cara tidak baik untuk memberikan kesempatan memilih untuk 257 juta penduduk Indonesia.
"Katakanlah yang milih separuhnya saja, kemudian seolah-olah tidak punya banyak opsi," tegasnya.
BERITA TERKAIT: