TKN: Gagasan Penghapusan UN Tidak Tepat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-kiflan-wakik-1'>AHMAD KIFLAN WAKIK</a>
LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Senin, 18 Maret 2019, 12:56 WIB
TKN: Gagasan Penghapusan UN Tidak Tepat
Jurubicara TKN, Ace Hasan/RMOL
rmol news logo . Gagasan penghapusan ujian nasional (UN) yang dicetuskan calon wakil presiden Sandiga Uno jika terpilih sebagai Wapres di 2019 adalah ide yang tidak tepat untuk diterapkan.

Begitu dikatakan Jurubicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, Ace Hasan Syadzily.

"UN itu standar untuk melihat sejauh mana kompetensi siswa," ujar Ace di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/3).

Melalui UN, kata Ace, pemerintah bisa melakukan evaluasi soal pemerataan dan standarisasi pendidikan nasional setiap tahunnya.

"Kalau tidak ada UN, lalu apa standar nasional yang kita jadikan parameter sebagai peserta didik?" ungkapnya.

Ace menyebut, apa yang dilakukan pemerintah saat ini sudah tepat, yakni melakukan pemerataan sarana pendidikan yang kemudian dievaluasi dengan satu standar dalam UN.

"Kita dorong pemerataan pendidikan, termasuk standarnya itu harus diberikan pemerataan," tutup politikus Golkar ini.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA