Pembahasan berlangsung dalam pertemuan Retno dengan Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Safadi, di Amman, Selasa (5/3). Kunjungan Retno sendiri berlangsung kurang dari 12 jam.
"Indonesia dan Yordania memiliki kesamaan posisi untuk isu Palestina. Palestina berada di jantung politik luar negeri Indonesia," ungkap Retno melalui keterangan tertulis yang diterima wartawan di Jakarta, Rabu (6/3).
Mantan Dubes RI untuk Kerajaan Belanda ini juga menyampaikan berbagai langkah Indonesia dalam memperjuangkan hak rakyat Palestina, baik secara politis maupun ekonomi. Di antaranya, memberi tarif nol persen untuk beberapa produk ekspor Palestina ke Indonesia, memberikan bantuan keuangan dan peningkatan kapasitas, termasuk soal pelaksanaan Palestina Week di Jakarta dan Bandung pada bulan Oktober 2018.
Sebelum bertemu dengan Menlu Yordania, Retno telah membuka "Pelatihan Internasional Bagi Para Pelatih Mengenai Perencanaan Usaha Bagi Kaum Perempuan di Tempat Pengungsian". Juga menandatangani LoI antara Indonesia dan Palestina untuk bantuan kemanusiaan kepada Palestina terkait pengadaan desalinasi air, obat-obatan, serta peralatan kesehatan.
"Pelatihan ini merupakan bagian dari program Indonesia untuk mendukung rakyat Palestina dalam perjuangannya membangun bangsa Palestina," ucap Menlu Retno.
BERITA TERKAIT: