HNW: Aparat Seharusnya Bisa Antisipasi Kericuhan Di Sleman

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-kiflan-wakik-1'>AHMAD KIFLAN WAKIK</a>
LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Kamis, 28 Februari 2019, 23:39 WIB
rmol news logo Kericuhan yang terjadi di sekitar lokasi acara calon presiden Prabowo Subianto menyapa warga dan para purnawirawan di Grand Pacifik Hall di Jalan Magelang, Sleman patut disesalkan.

Baca: Penyebab Kericuhan, Pendukung Prabowo Dilempari Batu Simpatisan PDIP

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid menyebut aksi kericuhan sebetulnya bisa lebih diantisipasi oleh aparat keamanan.

"Kondisi-kondisi semacam ini hendaknya menjadi hal yang diantisipasi secara maksimal," ujar politisi PKS tersebut di Media Center DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (28/2).

Hidayat menekankan, demi menjaga kondusivitas menuju pemilu, aparat penegak hukum harus mengusut semua aksi kericuhan dan provokasi dalam setiap kegiatan.

"Tetap harus dilakukan pada prinsip bukti, fakta hukum, dan jangan karena framing atau perilaku pilih kasih," pungkas pria yang akrab disapa HNW itu.

Pada Rabu (27/2), Rombongan massa Gerakan Pemuda Kabah (GPK) Jawa Tengah yang tengah mengawal kedatangan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto terlibat kericuhan dengan simpatisan PDIP di depan Gang Kutu Dukuh, Sleman, Yogyakarta.

Kericuhan pecah ketika rombongan GPK dari arah utara tengah melewati Jalan Magelang menuju ke arah selatan tempat acara Prabowo menyapa warga dan para purnawirawan di Grand Pacifik Hall di Jalan Magelang Km 4.5, Sleman, dilempari batu oleh simpatisan PDIP yang berada di dalam Gang Kutu Dukuh. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA