Salah satunya Sandi membahas persiapan dengan Anies Baswedan, mantan menteri pendidikan dan kebudayaan yang kini menjabat gubernur DKI Jakarta.
"Tadi siang saya sempat diskusi dan makan siang dengan Pak Anies. Dan Pak Anies juga menyampaikan pokok-pokok pikirannya karena waktu kita di DKI sama-sama berjuang, beliau juga menteri pendidikan," ujar Sandi di Media Center BPN, Jakarta, Rabu (27/2).
Dalam pembahasan dengan Anies, menurut Sandi, hal paling utama yang akan diperjuangkan dalam sektor pendidikan adalah manajemen sistem.
"Hal yang paling utama yang ingin kita perbaiki adalah sistem pendidikan. Dan sektor pendidikan yang ada di DKI ini yang sudah mulai pelan-pelan diperbaiki. Alhamdulillah mulai dari pendidikan anak usia dini sampai ke mahasiswa kami punya terobosan di DKI," terangnya.
"Tapi di DKI tidak bisa disamakan dengan daerah yang lain karena relatif kecil tempatnya, masyarakat lebih terdidik dan terekspos, ya namanya juga ibu kota. Tapi bagaimana program di DKI ini bisa digunakan sebagai batu pijakan kita untuk mendesain secara nasional yang lebih baik lagi," papar Sandi.
Tak hanya itu, Sandi juga menyoroti nasib guru honorer yang saat ini banyak belum mendapatkan perhatian layak.
"Mereka harus dikembalikan rasa keadilannya. Mereka sudah bertahun-tahun, ada yang sampai puluhan tahun mengabdi tapi tidak ada peningkatan kesejahteraan dan peningkatan statusnya. Jadi hampir tiap kunjungan kami lakukan di 1.200 lebih lokasi kunjungan guru-guru honorer menjerit karena mereka tidak diperlakukan secara adil," beber Sandi.
Debat ketiga yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta nantinya akan mengadu calon wapres dengan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan kebudayaan.
Selain dengan Anies, Sandi juga menemui Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Sri Edi Swasono dan istrinya Meutia Hatta. Sandi mengaku mendapat masukan dari mereka mengenai kehidupan berbangsa, pendidikan, dan ekonomi kerakyatan.
"Saya bertekad menumbuhkan koperasi menjadi unicorn koperasi (unikop) yang membuka lapangan kerja seluas-luasnya, seperti yang dicita-citakan oleh Bung Hatta," pungkas Sandi.
***