Hal itu sebagaimana disampaikan ekonom senior Dr. Rizal Ramli. Menurut Menko Perekonomian era Presien Gus Dur ini, ada beberapa infrastruktur Jokowi yang merugi seperti LRT Palembang.
"Jadi dalam kasus-kasus seperti ini bukan infrastruktur untuk rakyat, tetapi rakyat untuk infrasturktur karena rakyat harus berbagi subsidi dengan berbagai projek yang saya hitung ini. Ini karena fungsi planning atau perrncanaan tidak berjalan," ungkap RR biasa disapa di kawasan Tebet, Jakarta, Senin (25/2).
Sambungnya, fungsi perencanaan yang dilakukan oleh sekeliling Jokowi bermental ABS (Asal Bapak Senang). Akibatnya perencanaan tidak berjalan sebagaimana mestinya.
"Istilahnya itu 'dawuh pandito ratu' jadi kalau raja bilang bangun ini, ya bangun. Menterinya, Dirjennya pada pinter-pinter, tetapi karena ABS, begitu rajanya ngomong bangun ini bangun itu, ya dikerjain. Sehingga terjadi kasus-kasus kerugian seperti ini,†tegasnya.
Membandingkan dengan pembangunan infrastruktur di masa lalu, RR menyebut perencanaan masih berjalan dengan baik.
"Kita bangun infrastruktur di Indonesia itu sudah lama, sudah puluhan tahun. Karena fungsi perencanaan berjalan sebagaimana mestinya," pungkasnya.
[rus]