Jokowi: Diambil Dari Studi RAND Corporation, "Propaganda Rusia" Tidak Merujuk Negara

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/idham-anhari-1'>IDHAM ANHARI</a>
LAPORAN: IDHAM ANHARI
  • Rabu, 06 Februari 2019, 02:11 WIB
Jokowi: Diambil Dari Studi  RAND Corporation, "Propaganda Rusia" Tidak Merujuk Negara
Presiden Jokowi di Milad HMI/RMOL
rmol news logo Calon petahana Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menyindir adanya pihak yang menggunakan konsultan asing dan propaganda Rusia di Pilpres 2019.

Jokowi mengatakan bahwa maksud pernyataannya itu adalah terminologi.

"Ini kita tidak bicara mengenai negara, bukan negara Rusia tapi terminologi dari artikel di RAND Corporation. Sehingga ya memang tulisannya seperti itu," beber Jokowi saat menghadiri Milad Ke-72 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Kediaman Akbar Tanjung, Jalan Purnawarman, Jakarta, Selasa (5/2).

"Bahwa yang namanya semburan kebohongan, semburan dusta, semburan hoax itu bisa mempengaruhi dan membuat ragu dan membuat ketidakpastian. Dan itu biasanya di negara-negara lain tanpa didukung oleh data-data yang konkrit ya memang seperti itu," jelasnya.

Untuk itu, Jokowi memastikan pernyataannya tersebut bukan berkaitan dengan negara Rusia dan meminta untuk tidak dikait-kaitkan lagi. Dia menegaskan hingga kini hubungan Indonesia dengan Rusia berjalan sangat baik.

"Sekali lagi ini bukan urusan negara kita, Indonesia dan Rusia, bukan. Saya dengan Presiden Putin sangat-sangat baik hubungannya," jelas Jokowi.

RAND Corporation sendiri merupakan sebuah lembaga non profit Amerika Serikat yang fokus pada analisa kebijakan publik. [wah] 

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA