"Pasar itu tempat bertransaksi antara pedagang dan konsumen, bukan tempat untuk berpolitik," kata Ketua DPD KPP Sumsel Asep Jovi Rafik kepada wartawan, Senin (24/12).
Ketua Umum KPP Abdul Rosyid Arsyad menambahkan, apa yang dilakukan para pedagang pasar di Sumsel adalah keinginan dan hakpedagang.
Menurutnya, para pedagang jengah dengan tingkah dan ucapan Sandiaga yang selalu berkunjung ke pasar dan menyebut harga mahal dan terus mengalami kenaikan.
"Yang pasti pedagang kesal dengan ucapan Pak Sandiaga yang bicara mahal dan naik terus harga bahan pokok di pasar. Dan tidak ada bukti konkrit yang sudah dilakukan Pak Sandiaga untuk menstabilkan harga bahan pokok di pasar seluruh Indonesia semenjak Pak Sandiaga menjadi ketua umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia. Cawapres Sandiaga hanya memberikan janji-janji dan angan-angan ke pedagang pasar yang dikunjunginya," papar Rosyid.
Dia mengatakan, pedagang pasar seluruh Indonesia akan melakukan pemasangan spanduk penolakan politisasi pasar, tidak hanya dilakukan di Sumsel.
"Pedagang pasar di provinsi lain juga akan melakukan pemasangan spanduk dan komentar penolakan politisasi pasar yang dilakukan oleh Pak Sandiaga. Jika tidak terbendung bisa dipastikan terjadi gerakan masing-masing dari pedagang se-Indonesia menolak memilih Prabowo-Sandi," beber Rosyid.
[wah]
BERITA TERKAIT: