Kemenko Kemaritiman Tepis Tudingan Penguatan Rupiah Dari Utang Luar Negeri

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Jumat, 14 Desember 2018, 11:32 WIB
Kemenko Kemaritiman Tepis Tudingan Penguatan Rupiah Dari Utang Luar Negeri
Yudhi Sadewa/Net
rmol news logo . Tepis tuduhan penguatan rupiah dari utang luar negeri, Kemenko Kemaritiman beberkan beberapa data dan analisa terkait penguatan rupiah saat ini yang sedang terjadi.

Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim, Kemenko Kemaritiman Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa penguatan yang terjadi pada rupiah bukan dikarenakan pemerintah menambah utang baru.

"Kalau hanya karena utang saja, maka rupiah justru akan melemah karena pasar melihat bahwa kita tak berdaya dan hanya mengandalkan utang saja untuk mengatasi masalah ekonomi kita," ujar Purbaya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (14/12).

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS per hari ini di angka Rp. 14.431. Di mana sebelumnya pada 3 bulan lalu mencapai nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tembus di atas Rp 15 ribu.

Menurut Purbaya ada beberapa faktor yang mendorong penguatan rupiah seperti, fundamental ekonomi Indonesia yang jauh lebih kuat dari dugaan banyak pengamat. Ekonomi di triwulan ke-3 tahun 2018 masih tumbuh di atas 5 persen.

"Inflasi masih terkendali, stabilitas sosial politik masih terjaga dengan baik artinya tidak ada perburukan pada variabel-variabel ekonomi Indonesia," jelasnya.

Purbaya yang juga merupakan ekonom itu, mencontohkan perjanjian "swap" dengan Singapura dan China baru-baru ini menunjukkan kepercayaan kedua negara tersebut kepada Indonesia masih tinggi, ini juga sekaligus memperkuat second line of defense terhadap mata uang Rupiah.

"Pelaku bisnis dari luar negeri juga percaya kepada Indonesia seperti  mulai terlihat arus ‘direct investment’ ke Indonesia. Seperti investasi di Morowali, Weda Bay, CPC Taiwan, dan baru baru ini Pegatron. Ini semua menunjukkan iklim investasi di Indonesia mengalami perbaikan yang signifikan," imbuhnya.

"Perkembangan inilah yang membuat para investor di pasar obligasi tidak memindahkan investasinya ke negara lain, di sisi lain investor saham mulai masuk kembali ke Indonesia," tambahnya.

Sehingga faktor-faktor tersebut lah yang membuat banyak kalangan semakin sadar bahwa fondasi ekonomi Indonesia baik.

"Dalam keadaan demikian tidak ada alasan lagi spekulan untuk berspekulasi dolar, mereka lebih memanfaatkan uang mereka untuk usaha," pungkas Purbaya. [rus]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA