Diketahui, mobil tersebut muncul saat Presiden Joko Widodo masih menjabat sebagai Walikota Solo.
Mantan Staf Khusus Menteri ESDM, Muhammad Said Didu mengatakan pada tahun 2012 pernah menolak mengakui mobil tersebut sebagai mobil nasional.
Waktu itu, Said Didu mengaku masih menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia.
"Tahun 2012, saya sebagai Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia menolak "rayuan" untuk mengakui mobil tersebut krn sangat tidak masuk akal," kicau Didu melalui Twitter miliknya,
@saididu, Kamis (1/11).
Walaupun demikian, tambahnya, banyak tokoh yang "mengakui" dan memesan mobil tersebut.
[lov]
BERITA TERKAIT: