Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Pengamat: Ada Empat Elemen Di Balik Gerakan Ganti Presiden

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sukardjito-1'>SUKARDJITO</a>
LAPORAN: SUKARDJITO
  • Minggu, 09 September 2018, 02:15 WIB
Pengamat: Ada Empat Elemen Di Balik Gerakan Ganti Presiden
Ilustrasi/Net
rmol news logo Ada beberapa elemen yang memiliki kepentingan bersama di dalam gerakan tagar  Ganti Presiden, walaupun mereka sendiri belum tentu saling mendukung.

Kelompok pertama, kata pengamat keamanan Timur Tengah yang kini tinggal di Irak‎, Alto Luger, adalah elemen terorisme yang memberikan angin kepada sel-sel teroris aktif yang ada di Indonesia. Elemen ini mungkin saja tidak ikut berdemonstrasi bersama secara publik tapi memanfaatkan situasi anarki yang terjadi ini untuk rekrutmen sekaligus pembenaran keberadaan gerakan mereka.

Kelompok kedua, sambung Alto, adalah elemen Daulah Islamiyah seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). HTI mempunyai tiga tahapan dalam mendirikan khilafah, yang mereka bungkus dalam istilah "Revolusi Damai Islam." Yakni penguatan kader atau marhalah al-tathqif, tahapan interaksi atau marhalah tafa'ul ma'a al-naas dengan infiltrasi ke militer, polisi, institusi politik tertinggi dan lembaga-lembaga pemerintahan lainnya.

"Tahap ketiga, ketika momentum sudah tercapai, maka revolusi atau istislam al-hukmi dilakukan, di mana pemerintahan yang sah dijatuhkan," katanya dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Sabtu malam (8/9).

Kelompok ketiga, jelas Alto lagi, elemen yang terlibat Gerakan 2019GantiPresiden adalah elemen politikus oportunis, yang ingin berkuasa akan tetapi tidak mendapat tempat dalam pemerintahan yang sedang berjalan. Kelompok ini bukan oposisi, akan tetapi mereka hanya ingin berkuasa dengan cara apa pun.

Kelompok keempat adalah elemen kapitalis yang hanya ingin mendapatkan keuntungan finansial dari kekacauan yang terjadi. Bagi mereka, kata Alto, apa pun sistem pemerintahan yang dipakai, yang penting adalah mereka mengumpulkan kekayaan yang sebanyak-banyaknya.

Alto mengingatkan, bersatunya keempat kepentingan itu dalam gerakan tagar Ganti Presiden menjadi berbahaya karena tujuannya yang jelas dan sama. Karena konvergensi kepentingan ini, maka mereka akan berusaha mati-matian untuk menciptakan instabilitas di negara ini.

"Bagi kelompok di atas, semakin susah rakyat, semakin takut rakyat, semakin tidak stabil situasi politik dan keamanan di negara maka semakin dekat mereka dengan tujuan mereka untuk mengganti sistem," demikian Alto Luger. [jto]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA