"Ya tepat sekali (dihentikan)," ujar Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah di Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (31/8).
Dugaan mahar politik oleh Sandiaga pertama kali dilontarkan oleh Wakil Sekjen Partai Demokrat, Andi Arief dalam akun Twitter-nya jelang deklarasi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk maju Pilpres 2019.
Andi menyebutkan ada mahar sebesar Rp 500 miliar yang diberikan Sandiaga masing-masing kepada PAN dan PKS demi menjadi pendamping Prabowo.
Fahri mengatakan, Andi Arief hanya menyimpulkan dari obrolan beberapa elite partai di belakang layar yang kemudian disimpulkan dalam tulisan di aku Twitter tersebut.
"Ada orang bercakap di ruang tertutup, Pak Fadli Zon, Pak Syarief Hasan dan lainnya di ruang tertutup katanya begini, tapi tidak tercatat dan tertulis tidak direkam dan itu adalah semacam negosiasi-negosiasi yang terdengar oleh Andi Arief," jelasnya.
Menurut Fahri, suatu dugaan mahar politik perlu disertai bukti konkret. Yaitu ada transaksi berupa uang baik tunai ataupun transfer.
"Yang namanya
money politic itu atau mahar politik itu harus ada cash-nya baik hard maupun bukti transfer," tukas politisi PKS itu.
[rus]
BERITA TERKAIT: