Karena itu pula, PDIP menanggapi positif usulan enam poin Nawacita II dari Haedar Nashir kepada Presiden Joko Widodo.
"Kami menyambut baik dan berterima kasih atas masukan Beliau. Sangat positif untuk menjadikan Nawacita II menjadi aganda prioritas yang menjawab berbagai persoalan bangsa dan sekaligus memberikan arah pembangunan bangsa 5 tahun ke depan," kata Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, Senin malam (6/8).
Hasto menyampaikan bahwa ketika program Nawacita I disusun, saat itu persoalan bangsa dikategorikan menjadi 4 persoalan pokok, yakni merosotnya kewibawaan negara, melemahnya sendi perekonomian nasional, intoleransi dan krisis kepribadian bangsa.
“Tiga masalah pokok itulah yang menjadi landasan penyusunan visi misi Jokowi-JK," kata Hasto.
Hasto menjelaskan, melalui konsolidasi politik yang tidak mudah, dan berbagai persoalan fiskal serta situasi perekonomian dunia yang belum begitu membaik, pemerintahan Jokowi-JK berhasil meletakkan fondasi bagi kemajuan Indonesia Raya.
Fondasi itu misalnya fondasi bangunan bangsa Indonesia yang lebih produktif, peningkatan kualitas SDM, peningkatan karakter bangsa, penguatan posisi sebagai bangsa maritim, sistem infrastruktur sebagai leverage pertumbuhan ekonomi ke depan, dan aspek keadilan melalui pembangunan dari pinggiran, dan prestasi lainnya di bidang pengentasan kemiskinan dan keadilan, melalui Kartu Keluarga Harapan, Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, dan lain-lain.
"PDI Perjuangan akan memasukkan usulan Pak Haedar yang sangat konstruktif tersebut ke dalam Nawacita II," demikian Hasto.
[ian]
BERITA TERKAIT: