Sudirman sosok potensial yang dapat menjadi alternatif bagi setiap calon presiden untuk menjadikannya sebagai calon wakil presiden.
Adalah Lembaga Kajian Bangsa (LKB) yang menyebut demikian. LKB melakukan penelitian integritas, kapasitas dan dukungan partai politik terhadap capres dan cawapres. Hasilnya, Sudirman Said merupakan tokoh yang memiliki skoring yang baik.
"Sudirman Said seperti sosok kuda hitam," kata Direktur LKB Milki Amirus Sholeh melalui surat elektronik, Senin (23/7).
Kajian didasarkan kepada analisis pemberitaan media dan jejak digital para capres dan cawapres. Disampaikan bahwa Sudirman memperoleh skor 23 dengan nilai integritas 8 (penilaian 1-10), kapasitas 8 dan dukungan parpol 7. Skoring Sudirman misalnya unggul dari Tuan Guru Bajang (TGB) yang hanya memperoleh skor 20. Nilai integritas TGB hanya 6, kapasitas 7, dan dukungan parpol 7.
Skor atas penilaian sosok Sudirman juga lebih bagus dari Mahfud MD yang disebut-sebut sudah diputuskan akan menjadi cawapres Jokowi di Pilpres 2019. Berdasarkan kajian LKB, mantan Ketua MK itu memperoleh skor 21 dengan nilai integritas 6, kapasitas 8, dan dukungan parpol 7.
Milki mengatakan Sudirman memiliki intgeritas dan pengaruh kuat seperti saat mencalonkan diri di Pilgub Jateng 2018 lalu. Meski kalah dari, Sudirman bisa memperoleh 7,2 juta suara dari basis suara PDIP.
"Itu sudah jadi bekal jika dirinya layak jadi sosok alternatif yang bisa saja mendampingi Jokowi," imbuhnya Milki.
Dari hasil penelitian juga tergambar bahwa Jokowi dan Jusuf Kalla merupakan pasangan yang unggul berdasarkan penilaian kualitas. Sosok Jokowi memiliki kualitas baik lengkap dari variabel yang ada. Sedang JK sosok berpengalaman dengan artikulasi politik dan integritas yang mumpuni.
Jokowi mendapat skor 28 dengan integritas 9, kapasitas 9 dan dukungan parpol 10. JK memperoleh skor 26 dengan integritas 9, kapasitas 9 dan dukungan parpol 8.
Skor Jokowi dan JK unggul dari Prabowo Subianto yang oleh Gerindra, PKS dan PAN didaulat sebagai lawan tanding Jokowi di Pilpres 2019. Total skor Prabowo hanya 23 dengan integritas 7, kapasitas 8 dan dukungan parpol 9. Dengan demikian dipasangkan dengan siapapun, Jokowi lebih unggul daripada Prabowo.
"Jokowi-JK pasangan ideal karena sama-sama memiliki integritas yang memadai. Jika Jokowi dan JK berpasangan (kembali), ada kemungkinan elektabilitas mereka akan naik. Apalagi JK masih memiliki pengaruh kuat terhadap suara di wilayah Indonesia timur," tukas Milki.
[dem]
BERITA TERKAIT: