Namun demikian, cara ini harus tetap mendapat dukungan basis produksi yang cukup dan konsisten untuk menjaga suplai tidak berkurang.
Begitu kata anggota dewan pertimbangan Aliansi Masyarakat Sipil Unttuk Indonesia Hebat (Almisbat) Syaiful Bahari menanggapi harga telur ayam dan beberapa bahan pangan yang melonjak.
Menurutnya, tata niaga produksi komoditi harus diperbaiki. Rantai produksi dari mulai bibit sampai pasar harus ditinjau ulang.
“Pemerintah jangan lagi berteriak-teriak cari kambing hitam. Semua itu terjadi karena ada mafia. Seringkali regulasi-regulasi yang tidak perlu dan membatasi sektor produksi dan perdagangan justru menciptakan korupsi, nepotisme, dan monopoli baru oleh segelintir elit politik dan pengusaha yang dekat dengan pejabat-pejabat kementerian,†jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (20/7).
Dia kemudian mencontohkan kebijakan bawang putih dan telur, dalam hal ini pemerintah menanam 5 persen kepada para importir untuk mengejar swasembada bawang putih. Namun bukan solusi yang terjadi, melainkan jadi ajang perebutan kuota impor, sehingga memberi peluang praktik suap menyuap antara pengusaha dan pejabat.
Untuk itu, Ketua DPP Petani Nasdem ini menyarankan pemerintah untuk segera memiliki konsep dan strategi jangka panjang untuk memperbaiki tata produksi dan tata niaga di sektor pertanian dan peternakan.
“Dan juga harus fokus, jangan semua mau dibatasi dan dimonopoli,†tukasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: