Hal tersebut diungkapkan Anggota Pansus Fraksi PKB, Syaiful Bahri di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/5).
"Yang delapan (fraksi memilih frasa motif masuk batang tubuh) itu termasuk dengan PKB, yang dua (nolak) itu PPP sama Nasdem," ujarnya.
Syaiful menilai frasa itu penting untuk dimasukkan dalam definisi. Pasalnya, terorisme pasti membawa satu tujuan politik dalam aksinya.
"Hampir semua penilaian kita bahwa mereka itu pasti ada motif ideologi. Oleh karena itu kita sepakat mengapa frasa itu perlu dimasukkan," jelasnya.
Hal berbeda disampaikan Anggota Pansus dari Fraksi PPP, Arsul Sani terkait dua ternatif memakai atau tanpa frasa motif politik, ideologi atau ancaman keamanan dalam definisi.
Untuk alternatif kedua dengan frasa, Arsul sebutkan sudah ada dukungan delapan fraksi. Yaitu Gerindra, PPP, PKS, Nasdem, Golkar, Hanura, Demokrat dan PAN.
"Hanya dua fraksi yang mempertahankan bahwa definisi itu tidak perlu ada frasa motif politik, ideologi atau gangguan keamanan, yakti PDIP dan PKB," tukasnya kemarin.
[rus]
BERITA TERKAIT: