Serangan terorisme akhir pekan lalu adalah simbol ketidakmampuan aparat membaca situasi.
"Faktanya aksi terorisme terjadi di beberapa kota. Artinya Kapolri, Kepala BIN, Kepala BNPT, gagal menjalankan tugas mencegah terorisme. Terus kenapa kerukunan umat beragama yang dibahas? Memangnya terorisme wujud dari rukun atau tidak umat beragama?" kata Gandawan bertanya.
Menurut dia, pihak yang menterjemahkan aksi terorisme sebagai wujud dari ketidakrukunan antar umat beragama seperti kehilangan akal.
"Menangkap maling berbaju batik, tidak pernah bermakna batik adalah baju maling. Menangkap orang berjenggot dan berjilbab ketika melanggar pidana, tidak pernah bermakna semua lelaki berjenggot dan perempuan berjilbab adalah pelanggar pidana," sambungnya.
[dem]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: