Politisasi SARA Berdampak Radikalisasi Politik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/soraya-novika-1'>SORAYA NOVIKA</a>
LAPORAN: SORAYA NOVIKA
  • Sabtu, 12 Mei 2018, 17:56 WIB
Politisasi SARA Berdampak Radikalisasi Politik
Foto: RMOL
rmol news logo Politisasi suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) akan berdampak pada penguatan radikalisasi politik di ruang publik.

Begitu dikatakan Wasekjen DPP Partai Golkar, Viktus Murin dalam Diskusi Publik Pemilu Tanpa SARA di Up2Yu Resto and Cafe, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (12/5).

"Bahaya besar dari politisasi SARA adalah mengkristalnya radikalisasi politik," jelasnya.

Menurut Viktus, bahaya ini tidak terdeteksi lantaran radikalisasi itu sendiri justru mengalami anomali makna.

"Radikalisme di daratan Eropa merupakan wacana ideologi liberal dalam ranah kompetensi demokrasi," jelasnya.

"Di Indonesia kini cenderung menjadi tindakan beraroma kekerasan yang dibumbuni atau diboncengi kepentingan politik pragmatis saja, sebatas segitu saja makna radikalisme ini di Indonesia. Jadi ada anomali makna di situ." [sam]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA