"Kesalahan seperti ini terjadi disebabkan oleh kedua belah pihak. Karena itu selanjutnya harus ada investigasi yang menyeluruh," ujar Fahri Hamzah di Kantor DPP PAN, Senopati, Jakarta Selatan, Rabu (9/5).
Menurutnya kurang tepat narapidana teroris ditempatkan di Mako Brimob.
"Sudah sering saya katakan, narkoba dan terorisme harusnya tidak di dalam kota tahanannya, harusnya dibuat di pulau, supaya terisolir. Jangan seperti sekarang, di dalam kota," katanya.
Hal yang sama juga berlaku bagi napi kasus narkoba.
"Dalam kasus narkoba, rumah tahanan malah menjadi tempat transaksi narkoba," katanya.
Oleh karenanya kata dia, perlu evaluasi menyeluruh terhadap apa yang sebenarnya terjadi di Mako Brimob.
Ia mengimbau lembaga terkait untuk dapat bekerjasama dalam menuntaskan masalah terkait terorisme.
"Kan kita punya banyak lembaga, ada BNPT, ada Densus, ada Menkopulkam, mereka pasti tahu apa yang harus dilakukan," tukas.
[dem]
BERITA TERKAIT: