"Kami beriman dan bertakwa kepada Allah SWT bukan kepada elektabilitas," ujar Ridwan saat berbincang dengan
Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (9/5).
Hal itu disampaikannya terkait ramainya perang elektabilitas seseorang dan parpol yang dikeluarkan oleh beberapa lembaga survei. Hasilnya pun sudah pasti berbeda-beda.
Namun hal tersebut bukan berarti dia tidak percaya riset secara ilmiah, melainkan hasil akhirnya ada dalam pemilu yang sebenarnya.
"Saya bukan tidak percaya pada survei, saya ini lulusan ITS yang dulu juga melakukan survei. Tapi untuk hal ini kita lebih percaya kepada Allah dan hari H Pemilu," bebernya.
Dia pun merujuk pada fenomena Pilkada DKI Jakarta di mana hampir setiap lembaga survei menyatakan elektabilitas Ahok-Djarot tinggi, kalau pun kalah hanya selisih 3 persen.
"Ternyata hari H bagaimana, Ahok kalah sampai 15 persen lebih selisihnya," pungkas Anggota Komisi VII DPR ini.
[rus]
BERITA TERKAIT: