Menurutnya lebih baik pertemuan dilakukan secara terang-terangan dibanding melakukan pertemuan terselubung di hotel atau di tempat lain.
"Ini kan ruling party dan hal seperti itu masuk akal dari pada bergelap-gelapan di hotel," ujarnya di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (7/5)
Lebih lanjut Eva menilai pertemuan para sekjen partai pendukung Jokowi dengan Pramono tidak ada yang salah dan sudah semestinya. Sebab partai pendukung dan pemerintah harus tetap kompak.
"Kalau orang rapat dengan orang yang bekerja di tempat itu dan tidak ada agenda tersembunyi atau agenda yang buruk ya pantas kan. Pemerintah dan pendukungnya kan harus kompak dan itulah yang kita lakukan," ujarnya
Eva menambahkan dalam melakukan koordinasi dan konsolidasi mengawal pemerintahan tidak mungkin hanya dilakukan oleh PDIP sendiri. Menurutnya jika koalisi partai pendukung pemerintah hanya dijalankan oleh satu dua partai maka koalisi tersebut akan lemah dan gampang diserang.
"Jadi kalau saya pertemuan itu legal," pungkasnya.
Dalam pertemuan tersebut partai yang hadir adalah dari PDIP, Partai Golkar, PKB, Nasdem, PPP, Hanura, PKPI, Perindo, dan PSI. Para sekjen partai, dalam kesempatan tersebut, mendengarkan penjelasan dari Pramono Anung mengenai berbagai program dan pencapaian pemerintahan Presiden Jokowi.
Sekjen PDIP, Hasto Kristanto menekankan bahwa penjelasan dari Pramono ditanggapi secara positif untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi politik antara presiden dengan parpol pengusung. Pertemuan semacam ini, kata dia, akan semakin diintensifkan.
[nes]
BERITA TERKAIT: