Salim Said: Yang Menarik Kenapa JK Terus Didorong-dorong Jadi Cawapres Jokowi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Sabtu, 05 Mei 2018, 14:38 WIB
Salim Said: Yang Menarik Kenapa JK Terus Didorong-dorong Jadi Cawapres Jokowi
Salim Said (kiri)/RMOL
rmol news logo . Pengamat politik yang juga gurubesar Universitas Pertahanan Salim Said mengaku melihat ada hal yang menarik dalam kancah politik saat ini.

Utamanya soal Wakil Presiden Jusuf Kalla yang sudah menyatakan diri tidak maju lagi, tapi masih saja terus didorong untuk kembali mendampingi Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019.

"Yang menarik buat saya, kenapa orang tua (JK) yang sudah bikin pernyataan sudah tidak ingin maju lagi, tiba-tiba ada ribut ingin (mendorong) jadi wapres lagi," kata Salim Said dalam diskusi bertajuk "Berburu Cawapres dan Sidang MK" di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (5/5).

Pengamatan dia, partai yang pertama kali menyuarakan agar JK kembali mencalonkan diri dari PDI Perjuangan, kemudian disusul oleh beberapa kader Partai Golkar.

"PDIP gampang dimengerti, karena Pak Jokowi sudah PDIP," ujar Salim Said.

Yang menjadi soal menurut dia adalah ada beberapa kader Golkar yang justru ikut-ikutan mendorong JK. Bukan Airlangga Hartarto yang notabene saat ini menjadi ketua umum partai berlambang pohon beringin itu.

Hal itu karena diyakininya, sebagian kader Golkar tidak yakin bahwa Airlangga bakal dipinang Jokowi.

"Yang mereka calonkan sebagai cawapres itu (harusnya) ketumnya. Tapi di dalam Golkar muncul suara mendukung JK, ini tidak yakin Airlangga itu bisa menjadi wapres," ujarnya.

Adapun pertimbangan dari PDIP untuk kembali memilih JK karena partai koalisi pendukung tidak akan terlalu mempersoalkannya. Tidak seperti sekarang ini yang saling perang baliho berebut cawapres Jokowi seperti yang dilakukan oleh Ketua Umum PPP M. Romahurmuziy dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

"JK itu pernah menjadi ketum Golkar. Kedua, JK penasehat NU Sulawesi. Ketiga, JK dipersepsikan luar Jawa. Tidak ada orang seperti ini pasca ribut Ahok yang memenuhi syarat seperti JK. Kepentingan PDIP Jokowi terpilih, jadi dia harus cari orang yang bisa menambah dukungan kepada Jokowi. Tapi tetap yang tentukan itu kan Pak Jokowi," demikian Salim Said. [rus]

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA